Cakupan Imunisasi Menurun Bukan Karena Ketidak Mauan Masyarakat

Pemerintah Indonesia mengungkapkan bahwa penurunan angka imunisasi nasional tidak disebabkan oleh penolakan masyarakat, melainkan karena transisi dari sistem pencatatan manual ke digital yang belum sepenuhnya optimal. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa perubahan ini memerlukan waktu untuk penyesuaian dan dapat mempengaruhi data yang tercatat.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Budi menekankan bahwa selama bertahun-tahun, imunisasi di Indonesia dicatat secara manual di buku yang disimpan oleh orang tua. Namun, sejak pandemi Covid-19, pencatatan tersebut mulai dialihkan ke sistem digital yang lebih terstruktur dan berbasis data individu.

Budi memaparkan, “Imunisasi itu bukan turun karena orang tidak mau, tapi karena kita pindah dari manual ke digital. Transisi ini yang membuat angkanya terlihat turun.” Hal ini menunjukkan bahwa perubahan sistem dapat memengaruhi cara data dikumpulkan dan dilaporkan kepada publik.

Transformasi Digital dalam Pencatatan Imunisasi

Transisi dari sistem manual ke digital tentu membawa serta berbagai tantangan. Selama masa transisi, tidak semua fasilitas kesehatan secara langsung mengimplementasikan pencatatan digital. Akibatnya, data imunisasi yang sebenarnya sudah dilakukan tidak sepenuhnya terpantau oleh sistem.

Budi mencatat bahwa selama periode ini, masih banyak fasilitas kesehatan yang mencatat imunisasi secara manual. Hal ini menyebabkan perbedaan antara cakupan imunisasi yang sebenarnya dan yang tercermin dalam data nasional.

Sistem digital yang baru diharapkan dapat meningkatkan akurasi data imunisasi. “Ini dibangun agar data imunisasi lebih akurat dan tidak hilang,” ujarnya, sekaligus memudahkan pemantauan kesehatan anak dalam jangka panjang.

Keuntungan Sistem Digital dan Keberlanjutan Data

Sistem digital yang diterapkan dalam pencatatan imunisasi memiliki berbagai keuntungan yang signifikan. Salah satunya adalah kemudahan akses terhadap riwayat imunisasi anak, yang bisa diakses kapan pun oleh orang tua, terutama untuk keperluan pendidikan atau perjalanan jauh.

Budi menegaskan pentingnya penyimpanan data yang permanen, yang tidak hanya berfungsi saat ini tetapi juga di masa mendatang. “Dengan sistem ini, informasi anak mengenai imunisasi dapat tercatat dengan baik dan aman,” tuturnya.

Diharapkan, dengan penerapan sistem ini, orang tua tidak akan kesulitan dalam mendapatkan informasi terkait imunisasi anak mereka. Ini juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dalam mencegah penyakit.

Integrasi Imunisasi dalam Program Kesehatan Lainnya

Pemerintah tidak hanya fokus pada pencatatan, tetapi juga merencanakan integrasi imunisasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hal ini bertujuan untuk memperluas cakupan layanan kesehatan dasar dan meningkatkan pemantauan secara rutin.

Budi berharap pengintegrasian ini akan berdampak positif pada angka cakupan imunisasi di seluruh Indonesia. “Kami ingin memastikan bahwa semua anak di Indonesia bisa mendapatkan imunisasi yang mereka butuhkan,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap agar angka imunisasi nasional dapat meningkat setelah seluruh data selesai diolah dan dimasukkan ke dalam sistem digital. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat pencegahan penyakit sejak usia dini.

Dalam perspektif yang lebih luas, peningkatan angka imunisasi sejalan dengan misi pemerintah untuk menyehatan masyarakat Indonesia. Seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, petugas kesehatan, dan pemerintah harus bekerja sama dalam menjaga kesehatan anak-anak.

Dengan adanya sistem yang lebih terintegrasi dan transparan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi juga akan meningkat. Sehingga, setiap anak dapat menerima imunisasi yang sesuai dan tepat waktu.

Budi sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan imunisasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama masyarakat dan sektor kesehatan. Upaya kolektif ini sangat penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa mendatang.

Related posts